Selasa, 04 Juni 2013

REKOMENDASI PEDOMAN PERJUANGAN SARINAH GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA

REKOMENDASI
PEDOMAN PERJUANGAN SARINAH
GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) yang memiliki tanggung jawab dalam mengemban cita – cita revolusi  kebangsaan dan kenegaraan Indonesia serta sebagai organisasi kader yang bertanggung jawab mendidik dan mencetak kader bangsa agar memiliki kesadaran berjuang demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur sesuai cita –cita Sosialisme Indonesia yang terrtuang dalam Pancasila dan pembukaan UUD 1945. Didalam pembukaan UUD 1945 secara gamblang di jelaskan bahwa peran Negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social dengan berdasarkan Pancasila. Memaknai kutipan pembukaan UUD 1945 tersebut bahwa telah jelas Negara tidak mendiskriminasikan antara laki – laki dan perempuan dalam memperoleh hak sebagai seorang warga Negara.

GMNI beranggotakan kader perempuan dan laki – laki dan merupakan elemen penting yang tidak bisa di abaikan, karena kader perempuan dan laki – laki  adalah tulang  punggung dan tenaga penggerak demi eksistensi organisasi, dalam sejarah perjalannya kader perempuan GMNI bukanlah bagian yang mengeksklusifkan diri dari organisasi, kader perempuan GMNI adalah merupakan kader  yang tidak terpisahkan dari kader laki – laki, didalam memaifestasikan gerakan, kader perempuan dan laki – laki  harus berharmonisasi , saling bersinergi dan berkoordinasi, karena pergerakan Sosialisme indonesia dapat terwujud jika laki – laki dan perempuan bersama – sama berjuang, saling bahu membahu agar laki – laki dan perempuan sama – sama merdeka dan sama – sama sejahtera.

GMNI selain organisasi pencetak kader juga merupakan bagian intergral yang tidak terpisahkan dari rakyat, untuk itu maka seorang kader perempuan GMNI adalah seseorang yang harus mampu menjadi pengorganisir bagi komunitas wilayahnya, kader perempuan GMNi mempunyai  tanggung jawab dalam mengembalikan system perekonomian yang berpihak kepada rakyat, kedaulatan dalam sikap politik serta melesyarikan budaya nasional yang menjadi identitas dari bansa Indonesia. Kder perempuan GMNI merupakan symbol dari kaum intelektual  maka harus tanggap pada persolanan bangsa dan mampu memberikan pemikirannya menjawab tantangan globalisasi yang sedang dihadapi oleh rakyat, karena kita telah mengetahui bahwa neoliberalisme telah tumbuh subur di Indonesia dan menyebabkan tidak mandiri dan tidak berdaulatnay Negara baik dalam politik dan ekonomi dan ini menyebabkan kesengasaraan rakyat hingga saat ini.

Tetapi dalam perjalananya GMNI telah mengalami pasang surut dan dinamika itu menjadikan penurunan kuantitas dan kualitas kader yang cukup tajam akibat stagnanisasi regenerasi, dan akibat berdampak pada penuruanan kualitas dan kuantitas kader perempuan , problematika ini haruslah segera di jawab, konsolidasi merupakan hal yang mutlak dan wajib dilakukan dalam upaya sinergitas perjuangan GMNI. Mengingat persoalan mendasar dari kader perempuan adalah kebingungan dalam pergerakannya maka p[erlu di susun sebuah pedoman Gerakan SArinah yang akan menjadi pedoman Gerakan sarinah secara Nasional. Founding father kita Soekarno pernah berkata ” Hai perempuan – perempuan Revolusioner , jadilah revolusioner, tiada kemengnangan revolusioner jika tiada perempuan revolusioner, dan tiada perempuan revolusioner jika tiada pedoman revolusioner”

Kemudian  dari pada itu untuk membentuk organisasi sebagai alat pencetak kader perempuan yang progresif revolusioner serta memiliki    kewajiban berjuang bersama – sama dengan kader laki – laki dalam mewujudkan Sosilaisme Indonesia untuk itu di susunlah pedoman Gerakan Sarinah , sebagai berikut:

A.      PENGUATAN INTERNAL / ORGANISASI

Penguatan Internal /organissai terdiri dari :

a.       Pembentukan lembaga tinggi sarinah GMNI
Lembaga ini di bentuk agar tercipta keselarasaan dalam gerakan sarinah dari pusat ke daerah. GMNI membentuk lembaga tinggi sarinah sebagai wadah berhimpunnya kader – kader perempuan GMNI dan penyelarasan gerakan agar lebih dinamis.

Visi lembaga tinggi sarinah GMNI: “ sarinah gMNi menjadi motor penggerak kelangsungan orgnisasi daan mampu menjadi gaarda terdepan dalam perubahaan – perubahan yang tidask berpihak kepada rakyat terutama maslah perempuan, Sarinah GMNI menjadi kekuatan terbesar dalam gerakan progresif revolusioner”

Misi lembga tinggi Sarinah GMNI adalah:

1.      Mempengaruhi kebijakan politik, ekonomi dan budaya yang tidak adil gender
2.      Menciptakan model – model kaderisasi yang berkaitan dengan isu – isu perempuan
3.      Membangun massa aksi yang berkaitan dengan isu – isu perempuan

Tujuan lembaga tinggi Sarinah:

1.      Mempererat tali silahturahmi sesame kader Sarinah GMNI
2.      Terciptanya keselarasan pola gerak , kaderisasi dan advokasi yang berkaitan dengan isu – isu perempuan
3.      Mempunyai ruang gerak yang lebih luas dalam mengeksploitasi isu – isu tidak adil gender sesame kader perempuan GMNI.

b.      Penyusunan silabus kaderisasi kesarinahan
c.       Penyelarasan struktur gerakan sarinah di seluruh Dewan Pimpinan Cabang se – Indonesia . kedepannya di harapkan di setiap struktur DPC dan Komisariat di masukkan wakil ketua bidang SARINAH yang ruang kerjanya menyikapi setiap isu – isu perempuan dan juga di harapkan dapat etrjalin koordinasi dari peresidium ke DPC dan DPC ke Komisariat mengenai gerakan perempuan.
d.      Pembentukanbulletin/ medialainnya / kolom khusus di bulletin DPC yang telah terbentuk di setiap DPC, khususnya berbicara mengenai gerakan perempuan di masing – masing DPC  se _ Indonesia.
e.       Pembentukan webasite,blog , email sarinah perwakilan darimasing – masing DPC dan mensosialissaikannay ke seluruh DPC – DPC se – Indonesia dan juga presidium.
f.        Melakukan rekruitmen perempuan dis etiap DPC atau komisariat secara berkala agar tidak terjadi stagnasisai genersai serta melaporkan jumlah kdr perempuan ke presidium setiap 6 bulan sekali agar mempermudah pendataan kader perempuan seluruh DPC se – Indonesia.
g.       Melakukna diskusi, seminar, workshop, focus group discussion ( FGD), bedah buku, dll yang berkaitan dengan agenda perempuan dis etiap DPC dan komisariat atau lintas komisariat atau per KORDA atau per-regional.
h.      Mengusahakan pembentukan lembaga – lembaga taktis perempuan perempuan di setiap DPC- DPC.
i.         Pengelolaan dana

Trgetanya setiap bidang SARINAH di seluruh DPC se – Indonesia mempunyai solusi untuk kemandirian ekonomi demi etrwujudny program kerja perempuan.
A.      PENGUATAN EKSTERNAL
Penguatan eksternal terdiri dari :

a.       Mengorganisir
Setiap kader perempuan GMNI harus mampu mengorganisir di wilayah masing – masing karena tujuan yang ingin di capai tidak dapat dilakukan sendiri tetapi harus di lakukan bersama – sama . targetan yang ingin di capai adalah harapkan setiap DPC memiliki satu wilayah dampingan dan setiap periode bertambah 1 wilayah pengorganisiran.

b.      Net working dengan lembaga pemerintahan , LSM, ORMAS,OKP, dll yang berkaitan dengan gerkan perempuan. Dimaksudkan terbangun lembaga taktis dan strategis untuk melakukan transformasi ideology.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar